SEJARAH

RUMAH SAKIT MATA FATMA

RS Mata Fatma adalah salah satu dari tiga rumah sakit khusus mata di Jawa Timur. Penandatanganan prasasti pendirian dilakukan oleh Bupati Sidoarjo pada tanggal 22 Agustus 2005. Latar belakang sebagai dasar pertimbangan pembangunan rumah sakit ini adalah dorongan dan keinginan yang besar untuk mendukung kelancaran upaya penanggulangan kebutaan mata yang jumlahnya masih sangat banyak di Jawa Timur.

 

RS Mata Fatma didirikan di Jl. Raya Kalijaten No. 40 Taman, Sidoarjo. Lokasi ini berada di pusat dari Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) GERBANGKERTOSUSILA (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) yang sangat padat penduduk, padat transportasi, padat industri, perusahaan, perdagangan dan maritim kelautan yang mempunyai risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan mata yang sangat banyak.

 

Pada Tahun 2004, lokasi ini hanya digunakan sebagai tempat praktek seorang dokter umum dan dokter spesialis mata. Dalam perjalanan selanjutnya kemudian bergabung beberapa dokter spesialis lainnya (dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis THT, dokter spesialis bedah, dokter spesialis kandungan dan dokter gigi) dan oleh karena itu pada akhir Tahun 2004 didirikan sebuah klinik spesialis yang bernama Klinik Spesialis Fatma dan sebagai pengelolanya adalah CV. Fatma di awal Tahun 2005.

 

Selanjutnya, karena didorong semakin meningkatnya permintaan pelayanan kesehatan khususnya di bidang pengobatan penyakit mata, maka pada Tahun 2005 Klinik Spesialis Fatma berubah menjadi RS Mata Fatma. Kemudian pada pertengahan Tahun 2009, CV. Fatma berubah statusnya menjadi PT. Fatma sesuai Undang-Undang Rumah Sakit No.  44 Tahun 2009. Izin Operasional RS Mata Fatma sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Nomor 551.4.1/003/RS/404.3.2/2016. RS Mata Fatma mempunyai tipe kelas C dengan jumlah 25 tempat tidur (TT).

 

Pada saat ini RS Mata Fatma telah berkembang menjadi rumah sakit  modern yang mengedepankan pelayanan ramah dan komunikatif dengan pelayanan paripurna dan ditangani oleh para dokter spesialis mata dan dokter spesialis lain (dokter spesialis anestesi) serta tenaga klinis keperawatan dan professional kesehatan (Apoteker, Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian, Perekam Medik, Analis, Dietizien, Sanitarian, Refraksionis Optisien) yang dilengkapi peralatan serta fasilitas pemeriksaan mata yang modern yang terkalibrasi.